Puisi Cinta "Biarlah Kugapai Nikmat-Mu"

Lelah, hinggap hingga mata tak mampu menopang indahnya dunia
Lama-lama kurasai diri mengusik dalam bathin
Lelah, hinggap hingga gigi terkatup, gemerincing
Lama-lama kurasai jiwa mengusik raga


Mata mengatup lelah mengutuk parau
Di sudut lengkuhan Aku tertunduk
Ya,, masih ku ingat tentang Surau
Yang dulu tak ku ingat namanya, aku terkutuk

Aku bukan pemimpi
Aku bukan penguji
Aku bukan, bukan aku
Itu waktu................

Biarkan ku gapai nikmat-Mu
Dalam sayup sayu dalam rindu menggebu
Biarkan ku gapai lagi nikmat-Mu
Biarkan Aku, Jangan Aku Biarkan dari nikmat-Mu

Oh, ku rengkuh, ingin
Nikmat-Mu
Biar ku ulang


Hedy, 09 Mei 2013

Persembahkan setangkai bunga ini untuk kekasihku
Bunga





Previous
Next Post »
0 Komentar

Ajukan Pertanyaan Anda Disini?